Time will heal the scar as well

Semburat jingga melayang di ujung garis senja. Sore.

Kinai masih berdiri di teras kelas, menatap sore yang kian meremang. Sore ini nampaknya langit sedikit ceria, tidak ada gerimis. Hanya gelayut abu abu di sebelah sana, mungkin sedikit ada duka.

Setelah lama tak merenung membuatnya sedikit merasa nyaman menatap senja. Kesibukan telah menyita kesenangannya untuk berbicara pada sepi.

Tak ada kata yang mampu Kinai katakan, pembungkaman bibir.

Namun, bukan pembungkaman hati. Kinai menatap lesu pada lembayung yang segera berubah menjadi gelap. Malam.

Jangan menunggu lembayung (semburat jingga di batas senja) karena ia akan menghilang seiring berlalunya waktu.

            “Tapi, kenapa tidak dengan rasaku? Mati – matian aku mencoba, mati – matian aku serasa terhunus dan tak lupa,” lirihnya dalam hati.

            “Itu kesalahanmu, mengapa tak paham bahwa semua telah berubah. Waktu telah berlalu. Berfikirlah ulang dan lupakan semua,” sanggah yang lain dalam hatinya.

Kinai menunduk.

            “Aku cukup tau dengan apa yang terjadi. Biarlah begini, Life is about choices. Once you leave it, then you need to leave it forever. Time will heal the scar as well, ungkapnya lagi.

            Selaksa senja berlalu, malam berganti. Biarlah semua berjalan tanpa tahu kapan akan berhenti dan berganti. Karena, kepercayaan akan segala sesuatu adalah pasti. Jangan pernah beduka apalagi bersusah hati. (arf)

“Hidup adalah tentang pilihan. Setelah kau meninggalkannya, maka kau perlu untuk meninggalkannya selamanya. Waktu akan menyembuhkan luka”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s