Membuatmu (Tidak) Baik Baik Saja

Sepanjang liburan menonton serial kartun jadi salah satu rutinitas. Berdiam di depan TV jadi alternative hiburan yang sebenarnya jarang juga dilakukan di kost. Cerita ini seperti suatu kilas balik.

Agak lupa si tanggal berapa. Iseng nonton Spongebob. Serialnya pagi itu adalah Spongebob, Sandy and Butterfly. Inti ceritanya ialah, suatu hari Sandy yang berdomisili di darat itu sedang pergi sepertinya mengunjungi keluarganya. Patrik dan Spongebob diminta Sandy untuk menjaga hewan peliharaannya namanya Wormy Ulat yang di tempatkan dalam sebuah toples kaca.

Sebagai teman yang baik pastilah Patrik dan Spongebob menjaganya dan mengajaknya bermain. Tapi, betapa kagetnya mereka setelah hari kedua Wormy menghilang dari toples kacanya. Yang ada malah seekor hewan yang tidak mereka kenal. Dan, yang terjadi mereka justru mengira  bahwa itu adalah monster. Padahal, binatang yang melayang dan kadang hinggap itu adalah metomorfosis dari Wormy.

Ironisnya spongebob dan patrik juga makin heboh dengan memasang poster gambar kupu – kupu dengan tulisan “MONSTER”. Alhasil semua orang di Bikini Bottom yang memang tidak pernah melihat binatang semacam itu semakin gempar dan kacaulah kota itu.

Sebenarnya tujuan saya menulis ini semua bukanlah untuk membuat synopsis serial spongebob. Namun, sedikit tergelitik dengan kejadian itu.

Kecil, yang Asing Akan berbahaya Dari Pada Besar yang Nyata

Pernahkah kamu mengkhawatirkan sesuatu hingga membuat prustasi bahkan sakit? Pernahkah kamu gelisah hingga tak doyan makan dan tidak bisa tidur? Kejadian semacam itu bisa saja seperti yang terjadi pada Spongebob dan Patrik serta seluruh warga Bikini Battom. Hanya karena seekor kupu – kupu yang sebetulnya kita (manusia normal) tahu bahwa itu binatang yang tidak berbahaya (kalau lirik lagu TK bilangnya Kupu – kupu yang lucu).  Tapi, kupu – kupu tersebut bisa membuat kacau seluruh kota.

Seperti juga ritme hidup. Kadang kita salah menilai suatu masalah dan membuatnya besar. Nggak jarang, masalah sepele begitu terasa rumit. Padahal mungkin hanya karena kita tidak tahu persis apa masalahnya, seperti apa dsb. Padahal Tuhan sudah berjanji pada salah satu suratnya, bahwa Ia tidak akan membebani mahluk diluar batas kemampuannya. Dan, tidak ada yang perlu di khawatirkan segala sesuatunnya. Karena, semua akan baik – baik saja. All izz Well. 

Manusia memang nggak mungkin bisa jauh dari masalah. Masalaha adalah tanda adanya kehidupan.

Karena, manusia dan masalah adalah seperti mata logam.

One thought on “Membuatmu (Tidak) Baik Baik Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s