#20 cerita sesi 1

#20

Setelah melewati hari keempat di bulan Juni ini, artinya aku resmi menyandang status wanita berusia 20tahun.

Sedari awal Juni hatiku sudah bergemuruh, bak ombak pasang di pinggiran samudera.

Berkepala dua menjadi suatu hal ajaib. Ketika semua dianggap tak lagi sama, semua dianggap mendewasa.

Sebenarnya semenjak tanggal 4 dini hari pukul 00.00 aku masi terjaga. Menanti aku yang kemudian dianggap berubah menjadi #20. Menanti adakah yang akan berubah dari aku?

Menutup tanggal 3 ke tanggal 4, rasanya akhir – akhir itu sudah biasa. Karena, sedang terkejar oleh berbagai tugas yang menuntut diri untuk bertahan dari tidur sedikit lebih lama.

Pertama yang mengucapkan resminya angka 19 yang berubah adalah sahabatku, Dyah Tri Wahyuni (yuyun). Hampir 3 tahun terakhir dia adalah orang yang memberiku ucapan selamat ulang tahun pertama kali. Haru :’)

Saat itu masi mataku terjaga dalam gelap, masi bediskusi soal salah satu politisi yang akan aku jadikan studi kasus untuk presentasi esok.

Pesan kedua pun sampai, dari seorang teman yang aku dapatkan di bangku kuliah ‘Nailah Fitri Zulfan’. Ia memberikan pesan dan nasehat, selayaknya sahabat yang baik.

Kemudian, aku memutuskan untuk jatuh tertidur dalam atmosfer yang sengaja aku ciptakan dari putaran kipas angin.

Aku tahu dan yakin pasti, takkan ada yang special. Takkan ada seseorang atau beberapa orang yang mengetuk pintu kamarku sembari membawa tart. Takkan ada yang tiba – tiba membangunkanku sembari memberikan seikat bunga. Itu hanya imaji, itu hanya akan jadi mimpi.

Sebelum tidur aku telah berdoa pada Allah dan meminta malaikat mengizinkan aku menikmati subuh hari keempat ini.

Allah mengabulkan, dan aku nikmati pagi ini tanggal 4 Juni 2012. Menikmati syahdu subuh dalam dekapan nikmat umur dari-NYa. Aku lupa, mengapa aku tak meminta hadiah gerimis pagi ini? Tiba – tiba saja aku rindu rintik – rintik hujan dari Malaikat.

Pagi ini aku menerima beberapa mention dari Twitter, terimakasih untuk mereka yang kemudian masih sempat memention namaku dari akun mereka. @gudegmen @jablezuldi @dimasmuhammad @nadiadwi @haijazz dsb. Dan, aku putuskan untuk membalasnya nanti malam, malam dimana seluruh dunia harus tahu bahwa aku ulang tahun hari ini #terdengarculas😀😀😀.

Semua tidak berjalan mulus untuk pagi ini, studi kasus yang harus aku selesaikan membuatku harus berdiam pojok kamar mengetik analisis. – semua harus selesai sebelum jam Sembilan pagi.

Dalam guliran waktu, berbagai ucapan selamat ulang tahun dari BBM berdatangan. Terimakasih untuk kalian yang sempat memampang namaku sebagai PM BBM kalian :’) aku tau aku tidak banyak berarti untuk kalian. Tapi, aku selalu berusaha untuk memberikan yang kalian minta, setidaknya sapaan lewat kata.

Aku tau, satu lagi yang harus terjadi pagi ini. Pelengkap sebagai kematangan usiaku, penutup masa remajaku. Penyempurnaan atas semua pencitraanku.

Pagi ini kedua orang tua tercintaku akan datang, dengan membawakan tart untukku. Dan, akan aku pamerkan pada seluruh dunia betapa hebat orang tuaku, betapa sayangnya mereka padaku. Sempurna, walau dalam kegugupan karena tugas analisis yang mepet selesai mereka datang. Ibuk dan bapakku, mereka datang membawa hadiah dan membawa cinta.

Aku tiup lilin bersama mereka, aku ucapkan terimakasih dan maaf. Mungkin akan ironi, ketika aku bertambah usia sama artinya mereka tak lagi muda.

Waktu terus bergulir, aku juga harus segera kuliah. Pagi ini hukum komunikasi.

Berbalut baju soft yellow, kerudung biru tosca aku langkahkan hari ini. Selamat ulang tahun Fika J

Membawa dua kardus choki – choki yang harus aku berikan pada mereka, aku pergi.

Sambutan hari ini cerah, banyak arakan awan dan gantengnya matahari.

Sesampainya di kampus, aku disambut ucapan selamat ulang tahun dari kawan dan teman. Dan segera berhamburlah choki – choki pada mereka. Selamat ulang tahun fika J #20

Aku senang, hari ini orang – orang yang mungkin jarang berkatapun mengucapkan selamat ulang tahun #20. Mendapatkan doa dan kata – kata. Terimakasih semua J

Setelah berkutat di pojokan tadi pagi, akhirnya edisi presentasi pun di mulai. Sesi yang cukup membosankan untuk satu bab yang akan diulang selama 3 x oleh 3 kelompok. Dan, sebagai kelompok terakhir kami mendapatkan pertanyaan “adakah yang berbeda dari presentasi kalian?” pertanyaan yang cukup sulit untuk jawaban “ada”. Dan, yang berbeda adalah studi kasus. Artinya, yang akan presentasi adalah aku sendiri. mengungkapkan makna dan kata sendiri itu biasa. Membuatnya istimewa adalah tantangannya.

Yah…. Semua akan tahu, pasti enggan untuk bertanya padaku, pada kelompokku terlebih jika ada aku. Malas mereka akan berkata, apalagi soal politik yang mungkin jarang disuka. Alhasil, justru dosen yang bertanya. Tapi, untukku itu takkan masalah justru itulah klimaksnya J menjawab pertanyaan dosen dengan mempesona.

Sesi ini ditutup dengan pembagian choki – choki (lagi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s