Today, Future Leader Summit 2012

Setelah satu tahun lamanya menunggu akhirnya aku mengikuti kegiatan itu juga. Future Leader Summit kedua ini dibagi atas beberapa room, dari bisnis and development, environment, education, youth volunterism, international diplomacy, art and culture.

Dari awal milih room sih kecantol sama international diplomacy, tapi karena sampai sekarang belum punya background soal international diplomacy akhirnya ambilnya room education.

Di awali dengan key note speaker bapak Ciptono kepala sekolah SLB Negeri Semarang. Atmosfer kekuatan dari tindakan dan ketulusan begitu terasa. Bayangkan ketika anak – anak dengan berbagai keterbatasan mereka mampu menunjukkan potensi yang orang normal saja belum tentu miliki.

Setelah itu semua main participant memasuki room masing – masing. Mudah menemukan teman – teman satu room, karena bisa dilihat dari dress code-nya. Education putih-tulus. Environment hijau-segar. Bisnis and development abu – abu- keren. Art and culture ungu-warna yang cantik. Youth volunterism coklat-down to earth. International Diplomacy hitam-serius.

FLS 2012 kali ini lebih luas participant-nya. Bahkan ada yang jauh – jauh dari Padang, Lampung, Menado. Awesome. Setelah berkumpul dan bertemu PIC room (wali kelas), kami memasuki room masing – masing.

Setiap room memang passion masing – masing.

Pembicara room education kali in adalah mas Patria Pratama, Indonesia Mengajar angkatan pertama. Dan, bapak Lendo Novo penggagas Sekolah alam (udah pernah ketemu pas Investo Kompas Muda).

(Mas) Patria yang nggak mau dipanggil dengan embel – embel ‘Mas’. Beliau menceritakan kejadian – kejadian saat IM. Pengalamannya di Kalimatan Timur. Mendengar pengalaman orang memang hobi, dan kali ini mas Patria kembali menambah banyak informasi soal pendidikan di luar Jawa. Jadi pengen ikut Indonesia Mengajar :’) (AYO cepetan LULUS). Karena, seorang pendidik adalah mereka yang terdidik :’)

Pak Lenovo nggak kalah hebat, beliau yang menggagas sekolah Alam yang konon dirintis sejak 25tahun yang lalu. Session ini mengingatkan aku pada buku Dee ‘Partikel’ yang mana pendidikan yang diterapkan pada tokoh utama ‘Zarah’ juga lewat alam. Nggak bisa dipungkiri ini mengetuk berbagai logika dalam pikiran sendiri. Betapa pendidikan yang terlalu dikebiri system yang sok formal akan mengaburkan semua passion dalam diri seseorang. Pendidikan membuat lupa pada jati diri, ironis ya? Selamat buat kalian yang nggak salah jurusan dalam kuliah (loh apa hubungan?)😀

Room education juga membuat pembuktian fakta bahwa banyak sekali anak – anak muda yang peduli pada pendidikan Indonesia. Teman satu room banyak yang udah punya gerakan dan komunitas. ;’) subhanallah banget. Dan, aku yang termasuk new bee bener – bener merasa kecil.

Menurutku, Indonesia justru Berjaya ditangan kaum muda. Lihatlah, ketika pendidikan yang konon jadi tugas Negara juga di bantu oleh anak – anak muda. Luar biasa bukan energy mereka? Orang tua sudah tidak lagi sanggup untuk seperti itu, karena dalam pikiran mereka Cuma anak mereka sendiri. Oleh karena itu, mumpung muda ayuk berkarya meskipun diri sendiri belum berjaya.

Setelah berbagai session dalam FLS, jadi banyak inspirasi baru untuk ‘sekolah nusantara’ forum for Indonesia Semarang. Energy baru. Semangat!!!

‘Tujuan, Visi, Misi dari pendidikan = Tujuan, Visi, Misi dari penciptaan manusia” – Sekolah Alam.

(Melepas suara lewat kata, thanks for FLS 2012. semoga aku bisa bergabung dengan FLS 2013, bukan sebagai participant ata pembicara. tapi, yang lain. amien🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s