Senja

Apakah di tempatmu hujan? Bertanya lagi untuk kesekian kalinya tanpa jawaban. Aku tak tau apakah kau sedang bersenandung bersama hujan, atau justru sama sepertiku yang hanya mampu menampis hujan untuk mengetahui seberapa dinginnya hujan kali ini.

Di kota ini apakah sedingin di kotamu? Apakah sederas ini? Ataukah sebetulnya larik – larik ini gerimis yang kemudian lembut menerabas di sela – sela awan kelabu sore ini hanya sekedar larik?

Jingga, ini warna yang seringkali membuatku sadar bahwa perpaduan dari warna itu menakjubkan. Bolehkan aku ingin memanggilmu sekarang bersama dengan senja? Dalam warna jingga ini? Agar aku tahu bahwa kamu sebegitu nyata, bahkan jika pun kamu adalah perpaduan dari segala yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya.

Hilang, kamu tetap tidak ada. Kamu adalah kosong. Seperti jingga dan senja. Mereka sepertinya jarang berjumpa pada keindahan yang sebetulnya. Jingga dan senja itu merona ketika langit – langit tak sengaja mempertemukan mereka.

Hujan senja ini mengingatkanku bahwa, hidup ini adalah keajaiban. Jingga, senja dan kamu. Aku tak tahu akan menjumpainya kapan. Ku yakini bahwa semua kelak terlukis sempurna dalam latar langit memerah di suatu tempat dibalik suatu waktu.

 

Begitu saja mengetik.

11.21 PM

25-Oktober

Arfika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s