True Fireworks

Senja sudah berlalu lama beberapa jam, gerimis berjingkat – jingkat sejak isya. Anggrek bulan berayun – ayun oleh mesin pendingin ruangan. Warnanya putih dan ungu semburat diantara ratusan manusia yang hilir mudik hendak berpindah. Jauh untuk kembali pulang atau jauh untuk pergi.

Akhirnya pesawat bermuatan puluhan orang dari negara empat musim itu sampai juga tepat sebelum pukul 10 malam. Orang – orang berwajah tirus dan berhidung mancung dengan kulit pucat mulai menapaki lantai bandara sembari berbincang dengan bahasa yang berbeda dengan bahasa negara yang mereka datangi. Diantara sela – sela gadis bermata coklat berwajah bulat berjalan lebih cepat untuk mengejar pesawat transit berikutnya.

“Maaf, pesawat anda ditunda sampai besok pagi,” ujar petugas transit sembari mengembalikan tiket.

“Loh Pak? Kenapa?” tanya gadis itu cepat.

“Terjadi peundaan beberapa keberangkatan karena tadi terjadi kesalahan di bandara, maaf atas penundaan ini,” jelas pria paruh baya dengan senyum seramah mungkin.

“Haloo ibuk, Taya baru sampai rumah besok pagi,” katanya sembari mencari tempat duduk disalah satu coffee shop. Beberapa saat setelah mengabari jadwal keterlambatan pulangnya, Taya menyibukan diri dalam jejaring sosial.

‘Hm… padahal udah kangen pengen tahun baruan di rumah,’ ketiknya mengisi kolom yang disediakan kapasitas 140an karakter layar dihadapannya. Dua tahun di negeri orang dan hanya bisa bertukar kabar via udara membuatnya ingin segera berjumpa dengan orang tua dan kawan lama juga dia. Ah dia…. Baca selanjutnya -> 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s